Instalasi OpenSUSE Menggunakan PXE Boot
Instalasi openSUSE melalui jaringan dapat dilakukan dengan berbagai
cara, baik melalui protokol http, FTP, Samba, NFS maupun protokol
lainnya. Kesemua proses tersebut biasanya tetap membutuhkan 1 tahapan
penting yaitu menggunakan CD/DVD untuk melakukan boot hingga proses
instalasi dapat memilih apakah menggunakan repo jaringan atau tidak.
Jadi term instalasi melalui jaringan disini lebih menekankan pada aspek
penempatan repositorinya.
Meski cara tersebut sudah sangat membantu untuk instalasi, ada beberapa kebutuhan dimana kita tidak bisa menggunakan CD/DVD untuk melakukan proses booting. Hal ini terjadi bisa karena 2 hal, pertama karena kita tidak punya CD/DVD ROM atau CD/DVD ROMnya rusak (kacian deh lo
) dan kemungkinan kedua, CD/DVD instalasi rusak karena scratch, gores atau berbagai sebab lain.
Untuk mengatasinya kita bisa menggunakan 2 cara. Cara pertama adalah dengan menggunakan script yang akan menambahkan entry pada grub dan nantinya kita dapat memilih instalasi menggunakan repositori jaringan. Tips ini dapat dibaca pada link berikut : Instalasi openSUSE Melalui Jaringan Melalui Modifikasi Grub. Sayangnya, cara ini memiliki kelemahan, yaitu kita harus sudah memiliki sistem openSUSE yang sudah berjalan.
Cara kedua adalah dengan menggunakan feature Boot from LAN yang biasanya disediakan motherboard-motherboard generasi sekarang. Feature Boot from LAN ini akan memerintahkan komputer untuk secara otomatis mencari sumber instalasi melalui jaringan. Konsep ini sendiri biasa dikenal dengan nama PXE Boot.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN PXE BOOT ?
PXE adalah singkatan dari Preboot Execution Environment. PXE adalah salah satu cara menjalankan komputer tanpa Floppy/Hard Disk/CD-ROM, dalam arti bahwa BIOS akan secara otomatis menjalankan perintah yang dikirimkan melalui jaringan. Tentu saja cara ini membutuhkan server yang bertindak sebagai penyedia layanan PXE dan komputer client harus memiliki kemampuan booting melalui jaringan.
Sebagian besar motherboard baru memiliki fasilitas Boot from LAN secara default. Boot from LAN biasa dikenal juga sebagai BOOTROM. Kita harus mengaktifkan kemampuan Boot from LAN ini melalui BIOS setup. Proses setup mungkin saja berbeda antara motherboard yang satu dengan yang lainnya namun biasanya terletak di menu Advanced BIOS setup. Aktifkan juga setting agar Boot from LAN/Network sebagai prioritas utama booting.
APA KEUNTUNGAN DARI INSTALASI MELALUI PXE BOOT ?
KONFIGURASI SERVER
MEMPERSIAPKAN INSTALLATION SOURCE/REPOSITORI LOKAL
Dalam tutorial ini saya akan menggunakan instalasi melalui jaringan menggunakan protokol http. Pada prakteknya, protokol yang disupport oleh openSUSE sangat beragam, antara lain dalam bentuk protokol smb, nfs, ftp dan lain sebagainya.
TFTP Server merupakan singkatan dari Trivial File Transport Protocol (TFTP), model protokol untuk file transfer yang sederhana, dengan fungsi utama bertindak sebagai FTP server.
Kita akan menggunakan TFTP Server sebagai media melakukan booting berdasarkan data dari server jaringan.
DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol) diperlukan untuk memberikan IP Address dan rujukan mengenai PXE Server yang akan digunakan oleh klien. Berikut adalah panduan konfigurasinya :
Meski cara tersebut sudah sangat membantu untuk instalasi, ada beberapa kebutuhan dimana kita tidak bisa menggunakan CD/DVD untuk melakukan proses booting. Hal ini terjadi bisa karena 2 hal, pertama karena kita tidak punya CD/DVD ROM atau CD/DVD ROMnya rusak (kacian deh lo
Untuk mengatasinya kita bisa menggunakan 2 cara. Cara pertama adalah dengan menggunakan script yang akan menambahkan entry pada grub dan nantinya kita dapat memilih instalasi menggunakan repositori jaringan. Tips ini dapat dibaca pada link berikut : Instalasi openSUSE Melalui Jaringan Melalui Modifikasi Grub. Sayangnya, cara ini memiliki kelemahan, yaitu kita harus sudah memiliki sistem openSUSE yang sudah berjalan.
Cara kedua adalah dengan menggunakan feature Boot from LAN yang biasanya disediakan motherboard-motherboard generasi sekarang. Feature Boot from LAN ini akan memerintahkan komputer untuk secara otomatis mencari sumber instalasi melalui jaringan. Konsep ini sendiri biasa dikenal dengan nama PXE Boot.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN PXE BOOT ?
PXE adalah singkatan dari Preboot Execution Environment. PXE adalah salah satu cara menjalankan komputer tanpa Floppy/Hard Disk/CD-ROM, dalam arti bahwa BIOS akan secara otomatis menjalankan perintah yang dikirimkan melalui jaringan. Tentu saja cara ini membutuhkan server yang bertindak sebagai penyedia layanan PXE dan komputer client harus memiliki kemampuan booting melalui jaringan.
Sebagian besar motherboard baru memiliki fasilitas Boot from LAN secara default. Boot from LAN biasa dikenal juga sebagai BOOTROM. Kita harus mengaktifkan kemampuan Boot from LAN ini melalui BIOS setup. Proses setup mungkin saja berbeda antara motherboard yang satu dengan yang lainnya namun biasanya terletak di menu Advanced BIOS setup. Aktifkan juga setting agar Boot from LAN/Network sebagai prioritas utama booting.
APA KEUNTUNGAN DARI INSTALASI MELALUI PXE BOOT ?
- Tidak memerlukan CD/DVD/Floppy/LiveUSB maupun sistem yang sudah terinstall. Satu-satunya yang diperlukan adalah server yang sudah disetup dan klien mendukung boot dari LAN.
- Mudah dan cepat dikonfigurasi
- Tidak membutuhkan media untuk booting. Tidak perlu burning Net ISO untuk melakukan booting.
- Mengurangi biaya instalasi dan upgrade dan mengurangi kemungkinan kesalahan setting
- Mengurangi waktu persiapan dan proses instalasi
- Jika dipadukan dengan autoyast, Instalasi
menggunakan PXE boot dapat secara otomatis melakukan instalasi paket
yang sudah distandarisasi dan pada akhirnya kita dapat melakukan proses unattended install. Unattended install adalah proses instalasi tanpa campur tangan kita. Penjelasan mengenai Autoyast dapat diakses di disini.
KONFIGURASI SERVER
MEMPERSIAPKAN INSTALLATION SOURCE/REPOSITORI LOKALDalam tutorial ini saya akan menggunakan instalasi melalui jaringan menggunakan protokol http. Pada prakteknya, protokol yang disupport oleh openSUSE sangat beragam, antara lain dalam bentuk protokol smb, nfs, ftp dan lain sebagainya.
- Instalasi Apache server, buat folder dengan nama 11.1 di /srv/www/htdocs
- Copy seluruh isi DVD openSUSE 11.1 kedalam /srv/www/htdocs/11.1.
- Jika tidak punya DVD atau tidak ingin melakukan DVD, anda bisa menggunakan file ISO. Lakukan proses mount dengan perintah : mount -o loop iso-image target-folder). Untuk keperluan sesaat, mount bisa dilakukan langsung ke folder /srv/www/htdocs/11.1 namun untuk keperluan permanen, mount ke folder lain baru kemudian isinya dicopy ke /srv/www/htdocs/11.1.
TFTP Server merupakan singkatan dari Trivial File Transport Protocol (TFTP), model protokol untuk file transfer yang sederhana, dengan fungsi utama bertindak sebagai FTP server.
Kita akan menggunakan TFTP Server sebagai media melakukan booting berdasarkan data dari server jaringan.
- Install TFTP Server
- Lakukan konfigursi TFTP Server. Klik YAST | Network Services | TFTP Server
`

- Pilih Enable, dan ubah Boot Image Directory menjadi /srv/tftpboot. Jika menggunakan firewall, jangan lupa untuk memberikan tanda centang/contreng pada pilihan Open Port in Firewall.
- Klik OK
- Coba check ke folder /srv/tftpboot, semestinya ada file dan folder tertentu.
- Copy file /usr/share/syslinux/pxelinux.0 ke /srv/tftpboot
- Buat folder /srv/tftpboot/pxelinux.cfg
DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol) diperlukan untuk memberikan IP Address dan rujukan mengenai PXE Server yang akan digunakan oleh klien. Berikut adalah panduan konfigurasinya :
- Install DHCP Server
- Backup konfigurasi awal DHCP Server
- Buat file /etc/dhcpd.conf baru dengan isi sebagai berikut :
- Lakukan perubahan pada file /etc/dhcpd.conf, terutama untuk IP Address dari DHCP Server. Pada tutorial ini, IP yang akan digunakan sebagai server PXE adalah IP 192.168.0.8. Jangan lupa sesuaikan juga subnet, broadcast dan range address.
- Edit file /etc/sysconfig/dhcpd dan aktifkan network card yang akan
digunakan untuk menerima respon permintaan DHCP. Contoh, jika saya
menggunakan LAN Card pertama sebagai penerima respon, saya akan memilih
eth0. Jika bingung, silakan pilih ANY
.
- Start/Restart DHCP Service
- Copy semua file yang ada di DVD (lihat bagian I) didalam folder/boot/i386/loader kedalam folder /srv/tftpboot : message, initrd dan linux
- Copy file yang ada di DVD dengan nama/boot/i386/loader/isolinux.cfg kedalam folder /srv/tftpboot/pxelinux.cfg/. Ganti namanya menjadi default
- Restart DHCP Service

0 komentar:
Posting Komentar